Text
Sangga si pengusaha ayam kampung
“Baguus…,” gumam Sangga sambil memelototi layar ponsel cerdas miliknya. Layar 5,5 inci itu sudah dipelototinya sejak dua jam yang lalu. Sangga terus asyik dengan game (gim) mobile legends yang dimainkannya. Kedua jempol tangan Sangga menari lincah memainkan gim. Matanya hampir tak berkedip. Mulut Sangga sesekali berteriak saat ia berhasil mengalahkan musuh dalam gimnya atau marah-marah saat hero-nya kalah.rnSangga masih belum mengganti seragam sekolahnya. Terlihat tas dan sepatunya berserakan di lantai. Makan siang yang sudah disiapkan Bunda di meja makan pun terlanjur mendingin.rn“Asyik…, akhirnya Sangga punya smartphone juga. Makasih, Om Iqbal,” ucap Sangga sambil memeluk erat Om Iqbal, adik Ayah, enam bulan yang lalu.rn“Om Iqbal sudah menginstalkan gimmobile legends khusus buat Sangga. Smartphone itu hadiah karena Sangga sudah berani disunat.”rnSejak saat itu, bahkan mainan lego yang menjadi kegemaran utama Sangga sebelumnya menjadi tak menarik.rnSejak mengenal mobile legends, kata favorit Sangga adalah “sebentar”. Saat Bunda menyuruh Sangga belajar, Sangga akan menjawab “sebentar”. Saat Bunda menyuruh Sangga ke warung, Sangga akan menjawab “sebentar”. Saat Bunda enyuruh Sangga makan, Sangga akan menjawab “sebentar”. Saat Bunda menyuruh Sangga mandi sore, Sangga akan menjawab “sebentar”.
Tidak tersedia versi lain